Tiwi dan Fadia Pilih Enjoy Usai Lolos Babak Kedua All England 2026

Kamis, 05 Maret 2026 | 11:11:49 WIB
Tiwi dan Fadia Pilih Enjoy Usai Lolos Babak Kedua All England 2026

JAKARTA - Atmosfer kompetisi bergengsi sering kali membawa tekanan tersendiri bagi para atlet. 

Namun di tengah riuhnya persaingan level dunia, ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti justru memilih pendekatan berbeda. Mereka memutuskan untuk menikmati setiap momen yang dijalani di All England Open 2026 setelah memastikan tiket babak kedua.

“Kami ingin enjoy di sini,” kata Fadia usai pertandingan babak 32 besar di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Kamis dini hari WIB.

Keputusan untuk tampil dengan suasana hati yang lebih rileks bukan tanpa alasan. Dalam beberapa edisi sebelumnya, langkah mereka kerap dihadang berbagai kendala. Kini, dengan kondisi yang lebih siap dan bebas cedera, Tiwi/Fadia ingin memaksimalkan kesempatan yang ada tanpa dibebani ekspektasi berlebihan.

Pada laga pembuka di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut, Tiwi/Fadia mengalahkan pasangan Taiwan Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan dengan skor 21-16, 22-20 untuk melaju ke babak 16 besar.

Awal Mantap di Panggung Bergengsi

Bermain di arena bersejarah seperti All England Open 2026 tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Sejak gim pertama dimulai, Tiwi/Fadia langsung menunjukkan permainan solid. Mereka mampu memimpin sejak awal, menjaga tempo, serta meminimalkan kesalahan sendiri hingga menutup gim dengan skor 21-16.

Dominasi di gim pertama menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan diri. Kombinasi serangan cepat dan pertahanan rapat membuat pasangan Taiwan kesulitan mengembangkan permainan. Momentum tersebut memperlihatkan kesiapan Tiwi/Fadia dalam mengawali turnamen besar dengan performa meyakinkan.

Meski demikian, pertandingan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Gim kedua menghadirkan dinamika berbeda yang menuntut adaptasi cepat.

Evaluasi di Gim Kedua

Memasuki gim kedua, situasi berubah. Pasangan Indonesia sempat kesulitan mengimbangi pola permainan lawan dan tertinggal saat interval. Tekanan meningkat ketika reli-reli panjang lebih sering dimenangkan oleh lawan.

“Tadi di gim kedua kami terlalu mengikuti pola permainan lawan, jadi terburu-buru dan banyak mati sendiri,” kata Fadia.

Situasi tersebut memaksa Tiwi/Fadia melakukan penyesuaian. Mereka menyadari bahwa terlalu larut dalam pola permainan lawan justru merugikan. Momentum sempat goyah, tetapi kedewasaan dalam membaca pertandingan menjadi kunci kebangkitan.

Tiwi menambahkan mereka berupaya mengambil inisiatif untuk mengubah pola permainan saat tertinggal. “Setelah tertinggal cukup jauh, kami coba ubah pola permainan dan kembali ke permainan awal. Harapannya bisa bermain maksimal di setiap pertandingan, kalau hasil pasti akan mengikuti,” ujar Tiwi.

Perubahan strategi itu terbukti efektif. Dengan kembali pada pola awal yang lebih sabar dan terkontrol, mereka mampu mengejar ketertinggalan dan mengamankan kemenangan 22-20.

Rasa “Excited” Tanpa Cedera

Keberhasilan melangkah ke babak 16 besar juga diiringi perasaan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Fadia mengungkapkan bahwa edisi kali ini membawa semangat baru.

“Ada rasa excited tahun ini karena tahun-tahun sebelumnya ada saja kendalanya. Sekarang alhamdulillah kami bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera,” ujarnya.

Pengalaman masa lalu menjadi pelajaran penting. Kendala fisik maupun situasi tak terduga sempat mengganggu performa mereka di turnamen besar. Kini, dengan kondisi tubuh yang lebih prima, mereka dapat tampil lebih lepas dan percaya diri.

Pendekatan “enjoy” yang mereka usung bukan berarti tanpa target. Justru dengan menikmati pertandingan, tekanan bisa dikelola lebih baik sehingga fokus tetap terjaga pada setiap poin yang dimainkan.

Tantangan Berikutnya dari Jepang

Perjalanan Tiwi/Fadia belum selesai. Di babak berikutnya, mereka akan menghadapi ujian berat melawan unggulan kelima asal Jepang Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto. Pasangan Jepang tersebut sebelumnya menang mudah atas wakil Malaysia Ong Xin Yee/Carmen Ting dengan skor 21-17, 21-8.

Pertemuan ini diprediksi berlangsung sengit. Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto dikenal sebagai pasangan berpengalaman dengan konsistensi tinggi di level turnamen elite. Kecepatan permainan dan ketahanan dalam reli panjang menjadi kekuatan utama yang harus diantisipasi Tiwi/Fadia.

Meski menghadapi unggulan, pendekatan yang sama diyakini tetap menjadi pegangan. Fokus pada performa, menjaga komunikasi di lapangan, serta mengontrol emosi akan menjadi faktor penentu.

Dengan pendekatan yang lebih rileks dan fokus pada performa, Tiwi/Fadia berharap dapat menjaga konsistensi pada laga-laga berikutnya.

Terkini